Selasa, 09 Juni 2015

Lomba #KesetKusut oleh @bukune dan @ArieJePro - Hanna Enka [ Belajar dari mantan apa terjebak oleh mantan? ]

Baiklah!

Ini karena ada sayembara WANTED maka gue ikutan nimbrung ngasih karya ya.

Sebenarnya gue nulis ini di saat lagi cedera. Bener! Gue lagi kena leher terkilir padahal gue bukan seorang atlet. Tepatnya, gue adalah seorang Ibu rumah tangga yang merangkap jadi penulis juga. Dan asal lu semua pada tahu, keseharian dalam gelut Ibu rumah tangga lebih ekstrem daripada sekedar seorang atlet. Iyalah, pekerjaan merangkap itu, coy!

Nah, yang lain boleh ikutan atau yang suka baca silakan jadi pembaca ya. Tapi kalau bisa sih jangan jadi PEMBALAP (PEMbaca BerbAdan geLAP) yang berlalu gitu aja tanpa meninggalkan jejak. Silakan kalau kalian singgah, boleh juga komentar di post ini ya.

Terima kasih.





Judul buku: Keset Kusut
Penulis: Arie Je
Penerbit: Bukune
Tanggal terbit: Masih dierami


BELAJAR DARI MANTAN APA TERJEBAK OLEH MANTAN?

Jatuh cinta sama makhluk Tuhan paling seksi yang berwujud wanita itu penuh emosi. Apalagi buat gue, selaku laki-laki keren yang tiba-tiba aja tergila-gila sama cewek dengan potongan rambut pendek sebahu yang lagi tren sekarang, bola matanya di bingkai dengan kacamata  segiempat tebal, dan penggila buku.

Mungkin benar ya, kata orang di angkot semasa gue berseragam merah putih, yang katanya, "Jodoh itu ditentukan dari jurusan yang lu ambil, brai!" 

Ya, karena waktu itu gue masih anak bau kencur, gue mah masa bodoh aja. Dan alhasil, di usia segitu emang rentan terhadap ingatan yang begitu cepat daripada prosesor masa kini. Gak heran walau sekarang, gue udah punya uban tiga helai, gue tetap gak lupa.

Masalahnya adalah, gue memilih jurusan teknik hanya sebagai batu loncatan karena waktu itu gue gak diterima di jurusan komunikasi. Hasilnya? Gue pikir hati gue yang terpaut sama Arra - cewek rambut pendek yang gue taksir - hanya bakalan kayak penjual siomai yang lewat di depan rumah gue yang bawa motor kek pembalap, kalau dipanggil main lewat aja kayak gak niat buat jualan. 

Justru ternyata malah sebaliknya, membuat gue kek penonton konser One Direction yang biar udah basi tetap aja diceritain ulang-ulang sampai orang yang denger kek pengen donorin telinga karena gak sanggup.

Namanya juga orang lagi cinta-cinta monyet. Ya lagi on fire-nya jatuh cinta. Pasti suka nyari informasi seputar doi di mana pun. Dan yang paling mudah, dengan cara trendi dan keren ya apalagi kalau bukan kepo di jejaring sosial. 

Kendati, semua sosial media dia mau Facebook, Twitter, ask.fm, path, Instagram, dan segudang lainnya gue add pake akun-akun palsu dengan foto Vino G. Bastian yang katanya merupakan standar cowok idaman segudang cewek di Indonesia.

Sampai hasilnya tepat pada sekarang. Gue jadian sama dia. Dan tentu saja dengan alasan yang gue gak ngerti "Kenapa? Kok bisa?"

Arra punya pipi segede bakpao. Kadang gue pikir, mungkin karena dia punya kelebihan bibirnya dower gitu makanya gue bukan kesemsem tapi kesambet.

Masalahnya adalah, akhir-akhir ini hubungan kita dijejali arah melintang. Seperti hubungan yang bentar lagi disinggahi waktu PMS. Sensitif bangeeeeet...

Muto - hamster yang gue hadiahin untuk dia pun kemarin sempat masuk klinik hewan karena sakit meradang. Semoga, bukan pertanda yang buruk antara hubungan gue dan Arra. Cewek gue emang punya leher yang pendek, tapi semoga leher pendek bukan menandakan hubungan kami yang juga berumur pendek.

Sampai suatu ketika......

"Sayang, duduk sini deh di samping aku." Kata gue waktu usai kelas perancangan.

Arra terlihat ogah, tapi akhirnya duduk juga. Dia gak menjawab atau ngajakin ngobrol apa pun waktu itu. Seketika gue mendadak berpikir, kok hubungan kita kek film horor yang siap-siap diterkam hantunya, soalnya kita diem-dieman.

"Oh, iya. Gue punya hadiah nih buat kamu." Gue buka kantong tas dan gue keluarin beberapa buku-buku novel terbitan baru yang rela-rela gue pesan online sebelum terbit di pasaran.

Lama Arra ngeliatin. Setelahnya Ia senyum-senyum manis. Lalu, buku-bukunya diambil sama dia dan disimpan di tasnya. Gue spontan merasa senang karena dia juga sepertinya senang.

"Terima kasih ya, Rie."

"Buat apa?"

"Buat semuanya."

"Semuanya? Bukunya gak seberapa kok."

Arra lalu pura-pura batuk. "Semuanyaaaaa... Semuanya yang selama ini telah kamu berikan ke aku. Semuanyaaaaa yang telah kamu lakukan untuk aku. Terima kasih."

Sampai akhirnya, terasa gue disengat lebah. Baru deh gue sadar, ternyata gue udah diputusin sebulan yang lalu. 

Kan, luka, kenangan tentang semua itu masih aja keulang-ulang. Seketika gue ngerasa kek cewek yang nonton drama Korea, seneng banget kalau adegan sedihnya diputar ulang-ulang, maju-mundur.

Sejak hari itu, hidup gue kena sial beruntun. Mulai dari sepeda motor gue yang masuk bak sampah. Gara-gara ngelihat layangan putus. Gue mikir, mungkin cinta gue semacam itu, layangan putus embang terbang jauh dan menghilang. Atau tentang gue kecelakaan motor sampai gue masuk bak sampah. Cinta gue yang laju diperjuangkan disalip orang hasilnya? Gue dibuang ke bak sampah!

Gue diem. Duduk di kloset duduk. 

"Gak ngapa-ngapain lagi pengen duduk aja. Kan di Indonesia orang kebanyakan suka bengong dalam posisi dan lokasi yang semacam itu."

Mata gue berhenti tepat di depan keset kaki di depan pintu masuk kamar mandi.

"Masak nasib gue kayak keset?"

Bisa jadi.

Kasihan banget. Keset kaki itu adalah benda yang berharga. Kita gak pernah memperhatikan seberapa pentingnya dia buat kita. Padahal dia setia di depan WC yang bau, sendirian dan kedinginan.

Tanpa dia, mana tahu, kita Keluar WC gak ada keset kaki bisa aja kita mati kepeleset. 

Tapi dia ada, setia di sudut lantai tanpa ditemani dan setia menanti. Diinjak-injak tapi ikhlas menerima semuanya dengan lapang dada.

Katanya sih, move on. Masak semudah itu?

Katanya sih belajar dari mantan. Pelajari kesalahan kenapa sih lu bisa ditinggalin? Padahal gue udah menjadi diri yang bukan gue sampai bela-belain semuanya gue berikan buat dia.

Kadang gue mikir, keset di depan WC yang kita pake usai masuk WC itu kusut gitu aja kita injak dan pakai lap kaki. Ada gak sih yang mau perbaikin? Paling gak ngerapiin dia lagi. Sekedar untuk tahu, kalau dia sebenarnya indah kalau rapi.

Mungkin itulah kenapaaaaa...

Katanya cewek selalu bawa perasaan kalau soal hubungan mereka dengan siapa pun. Hasilnya emang bener. Ternyata gue ditinggalin hanya karena ada senior yang suka sama dia dan dia gak tega mau nolak cintanya. Senior gondrong yang katanya, gondrong itu lambang kejantanan. Si senior bahkan rela cacing rambut gondrongnya biar keren dan gak urakan.

Hasilnya, dia malah mutusin gue. Katanya juga karena gak tegaan, gue udah ngasih semuanya yang terbaik dan yang Ia sukai tapi dia takut kalau nantinya dia hanya manfaatin gue.

Dasar cewek, kenapa gak kek cowok? Mikir pake logika jangan seratus persen perasaan.

Tapi tetep, gue cowok. Walau logika gue membaca kenyataan yang ada, tetep. Gue susah move on! Kenapa? Karena nalar gue tetap punya kenangan. Seberapa kenangan gue ketika mantan gue memperlakukan gue dengan baik. Sampai kapan pun, kalau belum ada cewek lain yang bisa menyaingi perlakuan dia kek gitu, gue tetap bakalan susah move on.

Manusia, naluriah..... Kata orang sih gitu pake muncrat~

Ya tetep. Kuncinya adalah satu. Biar cinta lu katanya gak pecah kayak ban sepeda. Jadi cowok kuliahnya jangan lama. Kenapa? Karena cewek biasanya sering kebelet dilamar pen nikah. Jadi ya cepet-cepet sarjana. Terus cari kerja. Biar waktu merangkai masa depan gak selama nyari jalan keluar pas tersesat di dalam hutan belantara.

Jangan takut gak bakalan dapat jodoh. Merpati putih aja saksi cinta. Mereka sepasang kan? Atau kalau di Cina ada Yin dan Yang, di sini ada ikan koi yang gak bakalan beranak kalau gak sepasang. Ya kan?

Jadi tenang, jodoh itu sudah diatur. Putus satu tumbuh seribu. Kayak akar pohon gede gak ada yang bisa hitung jumlahnya berapa.

Manusia itu sejatinya adalah pengelana. Mengarungi kehidupan sampai akhirnya menemukan cinta yang sejati. Suatu hari pasti ada kok yang bakalan sensitif sama keset kaki yang lu pake, injak, kusut, terus lu tinggalin.

"Ari!!!!! Lain kali kalau habis dari WC keset kakinya itu dirapiin. Jangan asal tahu pakai!!!"

Tuh, kek kakak cewek gue. Dia paling sensitif kalau lihat keset kaki kusut ditinggalin begitu aja. Bukan berarti dia jodoh gue, tapi pasti ada cewek yang begitu peduli. 

Sekali pun keset kaki, dia tahu itu berharga.

---------------------------------------------

Hanna Enka
Twitter: @hannaaabelle

"Terima kasih. Selamat membaca."

1 komentar:

  1. Pengumumannya sudah dipost ya, Bu.. Semoga cideranya lekas pulih dan bisa mengikuti kejuaraan dunia lagi.
    olympiade angkat jemuran

    http://arieje.pro/pengumuman-sayembara-kesetkusut/

    BalasHapus

Leave comments here!